Kisah Ibu Sarinah penjual es cendol paruh baya

kisah ibu sarinah penjual es cendol paruh baya
Dalam budaya makan orang Indonesia, kita enggak punya (istilah) dessert. Cendol ini (di Indonesia) masuk ke jenis minuman. Cendol merupakan minuman khas pulau Jawa yang terbuat dari bahan – bahan air suji, garam, pewarna makanan hijau sagu, tepung sari kacang hijau atau tepung hunkwe , daun pandan dan tepung beras serta santai dan larutan gula jawa sebagai pelengkap . Masing-masing bikin dengan komposisi beda. Untuk menambah kenikmatan biasanya cendol beri es serut agar lebih segar. Dari aspek bahan seperti beras, ketela, gayong, garut, ini semua sumber karbohidrat yang biasa dikonsumsi orang Jawa. Ibu Sarinah adalah wanita paruhbaya penjual es cendol. Sejak 30 tahun silam Ibu Sarinah sudah berjualan es cendol di sebuah pasar dikawasan Bintaro. Ia menyiapkan sendiri bahan – bahan yang digunakan untuk membuat cendol. Ibu sarinah adalah wanita yang sangat kikih berjuang sendirian untuk menjalani hidup , hal ini dilakukan Ibu Sarinah lantaran sang suami sudah lama sakit dan tidak mampu untuk membantunya berdagang es cendol di pasar. Setiap hari Ibu sarinah berjualan es cendol di pasar kawasan Bintaro untuk memenuhi kebutuhannya dengan sang suami yang sedang sakit. Menurutnya hasil penjualan es cendol cukup untuk membiayai kebutuhan mereka berdua, yang terpenting baginya cukup tidak cukup penghasilan yang didapat Ia harus bisa memenuhi kebutuhannya dan sang suami serta uang modal untuk berjualan kembali dihari esok. Ibu sarinah dan sang suami mempunyai seorang anak yang menjadi harapannya dikemudian hari. Sang suami mengharapkan usaha yang telah dijalaninya ini akan maju dan berkembang. Keuntungan yang didapat dari hasil penjualan es cendol ini mereka sisihkan untuk menyekolahkan anaknya agar bisa lebih maju dan sukses ketimbang orang tuanya. Ibu Sarinah dan sang suami berharap semoga sang anak tak bernasib sama dengan mereka. Mereka mengharapkan anaknya lebih baik dalam bidang pendidikan. Pakar kuliner, William Wongso, mengaku tak heran dengan keberadaan cendol di Singapura. Cendol, kata William, ditemukan di berbagai negara Asia Tenggara. Selain di Singapura dan Indonesia, cendol juga ditemukan di sejumlah negara Asean lainnya seperti Malaysia, Kamboja, Timor Timur, Vietnam, Thailand, dan Myanmar dengan nama yang saling berbeda satu sama lain. Di Indonesia sendiri, cendol sudah dikenal sejak lama sebagai minuman yang berasal dari Sunda tepatnya Bandung. Yang membedakan di antara kesemuanya ialah ragam sajian dan bahan cendol yang ditonjolkan. "Bahan cendol, kan, sagu, tepung sari kacang hijau atau tepung hunkwe dan tepung beras. Masing-masing bikin dengan komposisi beda. Kisah ibu Sarinah ini sangat menginspiratif banyak orang karena diumurnya yang sudah tidak muda lagi , Ia masih gigih untuk berjualan es cendol. Secara tidak langsung Ibu Sarinah ini berupaya melestarikan kuliner khas indonesia khususnya pulau Jawa agar tidak terlupakan terlabih lagi punah. Dari aspek bahan seperti beras, ketela, gayong, garut, ini semua sumber karbohidrat yang biasa dikonsumsi orang Jawa

Share on Google Plus

About mohammad rizki azhari

0 komentar:

Posting Komentar