PROSES KERJA TIM INVESTIGASI PT.BOSTON GLOBE DALAM MENANGANI KASUS GEOGHAN



TOPIK
      Stewart seorang editor selama 20 tahun di PT. Boston Globe akan berhenti dan posisi stewart akan digantikan oleh Marty Baron. Dihari pertama Marty Baron bekerja ia mengadakan rapat , dalam rapat tersebut Marty membaca sebuah kolom PT. Boston Globe tentang seorang pengacara yang bernama Mitchell Garabedian yang menyatakan bahwa Kardinal Bernard Law yang merupakan Uskup Agung Baston mengetahui bahwa pastur bernama Geoghan yang diduga melakukan pelecehan pada anak – anak di 6 paroki yang berbeda selama 30 tahun. Marty menugaskan tim investiga yang terdiri dari 4 orang yaitu Mike , Robby , Sacha dan Matt untuk membuka dokumen kasus pastur Geoghan dibuka.

PROSES TIM INVESTIGASI BEKERJA

     Pada awal penyelidikan Mike atas perintah Robby mulai menemui pengacara Mitchell Garabedian. Sementara Matt meminta staff bagian arsip untuk memberikannya arsip mengenai kasus pastur Geoghan, dalam arsip tersebut Sacha menemukan nama salah satu korban yaitu phil saviano. Dia adalah salah satu bagian dari organisasi korban yaitu SNAP Jaringan yang selamat dari pelecehan pastur, kemudian tim investigasi memanggilnya untuk mendapatkan informasi. Tim investigasi mengundang Phil Saviano untuk mendapatkan beberapa informasi.  Informasi yang didapat oleh Phil Saviano menunjukan beberapa pastur . Mike menemui Pengacara Mitchell Garabedian untuk memberikan data korban untuk bisa diwawancarai. Saat Mike menemui Pengacara Mitchell Garabedian tidak mengizinkan Mike untuk merekam atau mencatat informasi apapun, bahkan Ia tidak menunjukan dokumen kasus tersebut karena dokumen tersebut bersifat rahasia . Tidak hanya pengacara Mitchell Garabedian namun juga pengacara Eric Macleish, Ia mengatakan kepada Tim investigasi jika Ia berusaha memperdebatkan UU kekebalan organisasi sosial membatasi uang ganti rugi sebesar $20.000 sesuai sistem yang berlaku, karena gereja itu kuat jadi upaya yang terbaik adalah membawa kasus ini ke media . hal ini sama dengan yang dilakukan pada kasus porter. Tak ada yang mendukung kasus ini untuk dilanjutkan. Sebagian besar masyarakat Boston merupakan khatolik ini adalah faktor utama sulitnya mendapatkan informasi karena bersifat rahasia. ini berarti menuntut gereja bukanlah hal yang mudah. Semangat yang dimiliki oleh Tim investigasi sangat kuat. Tidak berhenti semangat Mike berusaha kembali menemui Pengacara Mitchell Garabedian untuk memberikan data korban untuk bisa diwawancarai. Dari hasil wawancara ditemukan beberapa pastur lain, dan jumlah korban menjadi 13 namun saat Sipe memberitahukan bahwa pastur tersebut adalah 6% dari 1.500 berarti sekitar 90 pastur. Hal ini yang membuat tim investigasi melakukan pengecekan buku tahunan para pastur dari beberapa paroki yang statusnya cuti atau tidak aktif atau pindah tugaskan. Hasilnya tim investigasi hanya menemukan sebanyak 87 pastur.  Dari data korban, tim investigasi telah mewawancarai beberapa korban, kesimpulan dari liputan tersebut adalah tim investigasi bisa menarik benang merah, bahwa semua korban memiliki karakteristik yang sama yaitu anak – anak yang tidak mempunyai ayah, anak – anak broken home atau keluarga miskin , saat pastur itu datang bagi mereka adalah pertolongan Tuhan namun ternyata pastur tersebut menghancurkan masa depan anak – anak tersebut.

KEMBANG TOPIK LAIN




     Selain berprofesi sebagai pendeta, BS ternyata juga bekerja sebagai penjual bensin eceran. Pelaku ditangkap Satreskrim Polres Lamandau pada Kamis (25/1/2018) sekitar pukul 17.30 WIB di depan rumahnya di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Nanga Bulik. Kapolres Lamandau AKBP Andika K Wiratama mengungkapkan sebelum melakukan aksinya, pelaku biasanya memperlihatkan video porno kepada korban. Setelah itu pelaku menyetubuhi korbannya. Berdasarkan pengakuan pelaku, korban telah ia cabuli sejak November 2017 hingga Januari 2018. "Korban mengalami pencabulan sejak November 2017 sampai dengan 16 Januari 2018," kata AKBP Andika. Pelaku juga mengungkapkan bahwa ia melakukan aksi bejat tersebut sebanyak 10 kali bersama korban AP dengan lokasi berbeda. Pihak kepolisian juga menuturkan apabila pelaku melakukan aksinya secara bergantian. Yakni, misalnya hari ini dengan AP, maka esok bersama JG dan selanjutnya dengan JD. Bocah yang diketahui kakak-beradik dan masih bertetangga dengan pelaku ini tidak pernah mengadukan langsung aksi bejat BS kepada orang tuanya. Hal tersebut lantaran korban selalu diberi uang sebesar Rp 5.000 hingga Rp 10.000. Tak hanya itu, korban AP bahkan juga sempat dibelikan sebuah handphone oleh pelaku. Berdasarkan pengakuan Ap, masih ada empat bocah lainnya yang menjadi korban BD. Terkuaknya aksi bejat pelaku bermula ketika ibu korban membaca pesan singkat dari pelaku di ponsel sang anak. Pesan singkat tersebut berisikan kata-kata istri dan cinta mati. Sang ibu yang merasa curiga kemudian menanyakan kepada pembantunya, siapa orang yang dekat dengan anaknya. Dari sanalah baru diketahui apabila anaknya ternyata dekat dengan pelaku. Sang ibu kemudian melaporkan hal tersebut ke SPKT Polres Lamandau.
Share on Google Plus

About mohammad rizki azhari

0 komentar:

Posting Komentar